2. Buruk Lisan
Ada suatu cerita
di mana seorang shaleh diminta untuk memasak suatu makanan yang enak oleh
pemimpinnya. Orang itu pun menuruti keinginan sang pemimpin dan segera
mengantarkan pesanan itu kepadanya. Ternyata, makanan tersebut sangat disukai
oleh sang pemimpin karena rasanya yang lezat. Kemudian, sang pemimpin pun
bertanya kepadanya tentang bahan makanan itu. Orang shaleh itu menjelaskan
bahwa makanan tersebut terbuat dari lidah.
Kemudian, sang
pemimpin itu menyuruhnya untuk membuat makanan yang rasanya tidak enak. Dia pun
kembali ke rumah memasaknya. Begitu makanan tersebut siap, dia pun segera
mengantarkannya kepada sang pemimpin.
Rupanya, makanan
tersebut memang sangat tidak enak. Sang pemimpin bertanya kepada orang shaleh
itu tentang bahan makanan yang dibuatnya. Ternyata jawabannya sama, bahwa
makanan tersebut terbuat dari lidah.
Dari cerita ini,
bisa kita pahami bahwa lidah yang tidak bertulang dan tidak berduri itu bisa
membahayakan seseorang atau bisa juga menyelamatkan seseorang. Seseorang bisa
terjerumus kepada permasalahan yang pelik disebabkan ia tidak mampu menjaga
lisannya. Seseorang bisa bermusuhan dengan sesamanya juga disebabkan karena lisannya.
Seseorang bisa menyebabkan orang lain terluka disebabkan pula oleh lisannya. Semua
itu terjadi disebabkan ia tidak menjaga lisannya dari berkata dusta, keji,
fitnah dan hal jahat lainnya.
Sebaliknya,
seseorang bisa selamat dari segala hal sebagaimana disebutkan di atas adalah
juga disebabkan lisannya. Karena ia mampu menjaga lisannya dengan baik. Dia selalu
berpikir terlebih dahulu sebelum melontarkan suatu ucapan. Sehingga apa yang
diucapkannya selal tertata baik. Jika demikian, maka orang-orang yang berada di
sekitarnya pun akan merasa nyaman dan bisa mengambil manfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar